Jumat, 25 Mei 2018

Griffin's Blog

Latar Belakang Clear Channel


Teknologi Jaringan Lokal Akses Fiber merupakan suatu teknologi penggunaan kabel serat optik sebagai media tranmisi dalam sistem telekomunikasi. teknologi serat optic menghantarkan gelombang berupa sinyal cahaya untuk menghantarkan  informasi data.
Layanan Clear Channel adalah layanan jaringan telekomunikasi non protocol (Clear Channel) berbasis teknologi SDH yang menggunakan media tranmisi end to end
Fiber optic, sehingga memiliki tingkat kehandalan dan keamanan yang tidak terbatas. ICON+ Clear Channel merupakan layanan komunikasi data dengan sistem koneksi dedikasi antara satu lokasi dengan lokasi lannya(point to point). ICON+ Clear channel memiliki kapasitas mulai dari 2Mbps(E1) sampai dengan 10Gbps (STM 64) dengan waktu koneksi tidak terbatas.
Clear Channel bila diartikan, adalah “saluran bersih” yang bermakna “suatu jaringan end to end yang hanya dimiliki suatu organisasi atau pribadi tanpa melalui jaringan global ataupun internet.” Sehingga jaringan ini bersih atau aman dari pencurian data. Di provider sendiri, provider hanya menyediakan jalur dan perangkat converternya saja, sedangkan untuk kebutuhan lainnya, diserahkan langsung kepada User sebagai pemilik kebutuhan.
Adapun kelebihan dari layanan ini diantaranya :
1.      Jaringan koneksi yang sangat aman
2.      Dalam 1E1 mampu mengirimkan data sebesar 2Mbps
3.      Kecepatan pengiriman datanya sangatlah stabil
4.      Tidak melalui jalur public atau global
5.      Pada umumnya, Clear Channel tidak menggunakan catalyst dan router pembagian bandwitch diatur di PDH
      
     Alat-Alat Pendukung Clear Channel
  

3.2.1 FOT
            Fiber optic Terminal adalah suatu perangkat sistem sebagai terminal atau sentral penghubung antar sambungan serat optic dengan layanan yang dihubungkan oleh pengguna. Berikut beberapa perangkat tersebut:
1.SDH(Shyncronous Digital Hierarchy)

            SDH merupakan hirarki multiplexing dan Demultiplexing pembawa kapasitas berbasis data berjumlah besar contohnya untuk tranmisi pada backbone. SDH mampu membawa bandwith mulai dari 1 STM sampaiS STM 64
.
Gambar 3.1 Multiplexing SDH
SDH memiliki dua keuntungan pokok yaitu fleksibilitas yang demikian tinggi dalam hal konfigurasi kanal pada simpul-simpul jaringan dan meningkatkan kemampuan manajemen jaringan baik untuk payload traffic-nya maupun elemenelemen jaringan[5]. Secara bersama-sama, kondisi ini akan memungkinkan jaringannya untuk dikembangkan dari struktur transport yang bersifat pasif pada PDH ke dalam jaringan lain yang secara aktif mentransportasikan dan mengatur informasi.
2. PDH (Plesiochronous Digital Hierarchy)  
PDH secara sederhana fungsi PDH yaitu sebagai media konverter dari optikal menjadi E1 atau sebaliknya.PDH menggunakan suatu sistem multiplexing aau penggabungan beberapa sinyal yang telah digabung tersebut akan dipisahkan kembali pada sisi penerima sesuai dengan tujuan masing masing.
Plesiochronous Digital Hierarchy (PDH) adalah teknologi yang digunakan dalam jaringan telekomunikasi untuk mengangkut sejumlah besar data melalui peralatan transportasi digital seperti serat optik dan microwave radio sistem. Istilah plesiochronous berasal dari plÄ“siosYunani, yang berarti dekat, dan chronos, waktu, dan mengacu pada kenyataan bahwa jaringan PDH dijalankan dalam keadaan di mana bagian yang berbeda dari jaringan hampir, tapi tidak cukup sempurna, disinkronisasi . PDH untuk  mentransmisikan sinyal digital  pada  system  komunikasi serat   optik   tersebut,   maka   dilakukan    proses    multiplexing dalam  pemrosesan  sinyal  digitalnya.

3. OTB (Optical Terminal Box)

OTB adalah terminasi fiber optic yang ada pada rak atau kotak. Biasanya OTB berada di dinding sedangkan ODF berada di rak.Dengan kata lain OTB merupakan tempat brtemunya kabel fiber optic dan patchcord.
Gambar 3.2 Perangkat OTB

4. Rici E1Fungsi Rici E1 adalah modul converter yang mengubah dari sinyal E1 ke sinyal Ethernet atau sebaliknya.1 E1=2 Mbps. Pada rici E1 ada dua tipe port yaitu port untuk ethernet dan port untuk E1.

                                                Gambar 3.3 RICI

5.Patchcord

Patchcord adalah salah satu kabel fiber optic namun dengan fungsi penghubung langsung ke perangkat. Ukurannya yang kecil dan memiliki bermacam macam interface, seperti FC (bulat besar),SC (kotak besar) dan LC (kotak kecil).                                
           
Gambar 3.4  Patchcord
            3.2.2 FOC
            Seluruh perangkat atau biasanya media tranmisi yang berada di luar ruangan (outdoor) seperti kabel fiber opti,joint box, suspension, dead end, splicer dsb. Sebelum kabel fiber optik di tarik, hal yang perlu diketahui adalah Right of Way(RoW). RoW merupakan jalur dimana kabel fiber optic dilewatkan. Adapun macam macam RoW yaitu udara,bawah tanah dll. Dengan adanya RoW tata kelola kabel fiber optic lebih baik. ICON + lebih banyak menggunakan RoW udara karena ICON + menggunakan tiang tiang PLN.karena itu ICON+ menyediakan jalur hingga ke penjuru desa yang terdapat tiang listriknya.
           


           3.2.3 Perangkat Lunak
            1.Hyper Terminal

            HyperTerminal adalah sebuah program yang dirancang untuk melaksanakan fungsi komunikasi dan emulasi terminal. HyperTerminal memanfaatkan port serial dan kontrol yang terkait dengan perangkat eksternal. Perangkat ini dapat bervariasi dan meliputi opsi sebagai peralatan komunikasi radio, robot, dan alat-alat yang digunakan untuk pengukuran ilmiah dan usaha serupa. Koneksi yang disediakan oleh HyperTerminal memudahkan untuk mengambil data dari sumber-sumber ini, serta dapat mengeksekusi perintah ke perangkat dari sistem komputer utama.
 
          Gambar 3.5 Hyper Terminal
            2. NetPerSec

            NetPerSec adalah perangkat lunak untuk mengukur Traffic data dari komputer menuju gateway. Perangkat lunak ini dapat menampilkan bandwith yang dikirim,kecepatan data, dsb.
 
                                                              Gambar 3.6 NetPerSec



       3.3 Proses Aktivasi
            Sebelum melakukan proses aktivasi Clearchanne, hal yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah POP.POP(Point Of Present)adalah titik yang digunakan untuk menghubungkan antara user dengan hjaringan ICON+. Dari sekian banyak POP yang ada, akan ditentukan satu POP yang jarknya paling dekat dengan lokasi user. POP biasanya berupa shelter, PLC atau ruangan khusus di dalam area kantor PLN baik itu GITET,GI,Kadist,APJ,UPJ, dan kantor PLN lainnya.

            POP berfungsi menghubungkan user dengan jaringan backbone yang mengkombinasikan perangkat IP dengan perangkat berbasis SDH(Synchronous Digital Hierarchy)/SONET(Synchronous Optical Network).Jalur berbasis SDH yang dilalui bersifat ring,sehingga bila terjadi gangguan di salah satu jalur masih ada jalur lainnya.Contoh POP sebagai berikut.
 
Gambar 3.7 Shelter

            Link User yang bervariasi layanannya diambil dari POP ICON+ yang sudah terhubung dengan Backbone ICON+. DI POP, terdapat berbagai macam perangkat jaringan seperti SDH,PDH, router,switch,dan lain lain. Link  diambil dari salah satu port catalyst yang telah dikonfigurasi Interface dan sub  interface-nya. Oleh MT(Management Traffic), untuk kemudiaan didistribusikan kearah pelanggan.


Berikut adalah skema POP ICON+ :
 
Gambar 3.8 Skema POP ICON+

Pada Teknologi SDH Backbone harus memiliki kehandalan yang tingi, seperti menjamin kecepatan tranmisi, Fleksibilitas dan memiliki kemampuan redundancy. Hal ini penting karena backbone merupakan kumpulan bandwidth dari aplikasi-aplikasi di network bawahnya (access network).
Dengan semakin meningkatnya layanan/service yang diberikan kepada pelanggan, kebutuhan bandwidth juga semakin meningkat. Sehinga, untuk melayani services seperti triple play, Video On Demand (VOD), IPTV, VoIP, dan sebagainya. Operator telekomunikasi membutuhkan transport service yang lebih besar, cepat, dan memiliki redundancy jika terjadi masalah di dalam network. Teknologi SDH yang sudah banyak digelar menjamin kecepatan, namun kurang dalam masalah redundancy. Yang disediakan di dalam SDH hanya kemampuan untuk protection. Di sisi lain, teknologi router dalam IP backbone memungkinkan untuk melakukan redundancy ke banyak route. Sehingga jika perangkat backbone mengalami gangguan, masih banyak cadangan rutenya (multi fault handling). Saat ini ada teknologi ASON (Automatically Switched Optical Network) atau disebut juga ASTN (Automatically Switched Transport Network) yang memungkinkan penambahan fasilitas routing pada perangkat SDH. Teknologi ASON merupakan intelegent network dimana secara otomatis mengoptimalkan routing dalam interconnection SDH dan juga utilisasi bandwidth.
 Istilah ASON berasal dari ITU yang mendefinisikan architecture-nya, sedang kemampuan dalam routing (control/data palane) berasal dari standar IETF[3] . Contoh kasus instalasi clear channel bisa dimisalkan User A mengambil jalur backbone dari POP di GITET Ungaran yang merupakan titik terdekat dari lokasi User A, dari POP sampai ke lokasi User A dihubungkan dengan kabel fiber optic, karena hal tersebut merupakan kelebihan ICON+ yang mampu menyediakan jalur fiber optic langsung ke pelanggan, jadi User A terhubung dengan backbone ICON+ melalui POP di GITET Ungaran.

Peralatan yang ada di sisi pelanggan adalah sebuah perangkat user, PDH, media converter, dan DDF. Dari perangkat user A di hubungkan dengan perangkat media converter dengan menggunakan kabel UTP yang di hubungkan dengan konektor RJ45 Straight, fungsi media converter adalah mengubah signal Ethernet ke signal E1 / sebaliknya. Dari media converter ke PDH menggunakan kabel E1 dengan konektor RJ48, sebelum ke PDH melewati Krone di DDF LSA untuk mensingkronkan TX-RX. Setelah itu diarahkan ke Point Of Present (POP) di GITET Ungaran yang menggunakan kabel fiber optik figure-8 ke perangkat yang ada di POP. Perangkat yang digunakan di POP adalah PDH, DDF LSA dan SDH, setelah melalui kabel figure-8 kemudian bertemu dengan PDH yang ada di POP lalu ke SDH dengan menggunakan kabel E1, sebelum ke SDH melewati Krone di DDF LSA untuk mensingkronkan TXRX. Dari sini, jalur diteruskan melalui jalur Backbone ICON+,skema instalasi ditunjukkan oleh gambar.
 
Gambar 3.9 Jalur kabel menuju pelanggan

Setelah User A terhubung dengan backbone ICON+ maka langkah berikutnya adalah membuat jalur untuk end point dari Clear Channel ini dimana titik tersebut merupakan server User B. Jalur Clear Channel yang berawal dai POP di GITET Ungaran tadi berakhir di POP GI Krapyak melalui jaringan backbone SDH ICON+, lalu di POP Krapyak terdapat alat yang sama seperti di GITET Ungaran, yaitu ada SDH, PDH, dan DDF LSA. Setelah masuk ke SDH dihubungkan ke PDH dengan menggunakan kabel E1, sebelum ke PDH melewati Krone di DDF LSA untuk mensingkronkan TX-RX. Lalu diarahkan ke user B menggunakan kabel fiber optik figure-8 ke perangkat yang ada di user B, di user B bertemu dengan PDH kemudian ke media converter dengan menggunakan kabel E1 dengan konektor RJ48. Sebelum ke media converter melewati Krone di DDF LSA untuk mensingkronkan TX-RX, dan berakhir di perangkat user B dengan menggunakan kabel UTP yang di hubungkan dengan konektor RJ45. Sehingga
konfigurasi jaringan Clear Channel tersebut dapat digambarkan sesuai dengan gambar
 
Gambar 3.10 Skema Jaringan Clear Channel ke User B
           Sebenarnya, pada dasarnya layanan ini seperti layaknya jalan lurus tanpa hambatan dengan kecepatan per 1E1 = 2Mbps. Bila di gambarkan maka yang terjadi adalah garis lurus seperti kabel straight di komputer A bertemu dengan kabel straight di komputer B. Namun ada beda dalam segi jarak dan kecepatan yang stabil dan dapat di atur atau termonitor.


     That's it...Thanks for visit My Blog :v


Griffin's Blog

Latar Belakang Clear Channel Teknologi Jaringan Lokal Akses Fiber merupakan suatu teknologi penggunaan kabel serat optik sebagai media...